Klasifikasi Proposisi Menurut Sifat Pengakuan atau Pengingkarannya


Menurut sifat pengakuan atau pengingkaran yang terkandung di dalamnya, proposisi dapat diklasifikasikan menjadi:

(a)         Proposisi kategoris, adalah proposisi yang sifat pengakuan atau pengingkaran yang terkandung di dalamnya adalah tanpa syarat. Proposisi kategoris dapat berupa proposisi kategoris dengan keterangan modalitas dan proposisi kategoris tanpa keterangan modalitas. Keterangan modalitas dalam proposisi berisi term “pasti”, “mungkin”, “mustahil”, dan sebagainya.

(b)         Proposisi hipotesis, yaitu proposisi yang sifat pengakuan atau pengingkaran yang terkandung di dalamnya adalah dengan syarat. Proposisi hipotesisi berdasarkan syarat yang di dalamnya dibagi menjadi:

  • proposisi hipotesisi kondisional (“jika …, maka …” atau “jika dan hanya jika … maka …). Misalnya:
    • Jika rajin belajar dan berlatih, maka kamu akan menjadi dokter yang terampil.
    • Jika dan hanya jika seseorang setia pada pasanganmu, maka dia akan dapat mempertahankan keutuhan rumah tanggamu.
  • proposisi disyungtif diekspresikan dalam susunan kalimat … atau …”, “atau … atau …” (= … atau …/pilih salah satu). Misalnya:
    • Kamu harus memilih menyelesaikan kuliahmu atau melanjutkan karirmu di dunia tarik suara.
    • Atau kamu diam atau ayahmu akan terus marah (= Kamu diam atau ayahmu akan terus marah).
  • proposisi konyungtif diekspresikan dalam susunan kalimat “tidak sekaligus ….. dan…”. Misalnya: Kamu tidak bisa sekaligus menjadi dokter yang baik dan penyanyi yang sukses.

Proposisi hipotesis akan dibahas sewaktu kita mempelajari silogisme. Mari kita memfokuskan pembahasan pada tema proposisi kategoris. Jika dalam bab ini digunakan atau disebut hanya kata proposisi, hendaknya diingat bahwa yang dimaksud dengan itu adalah proposisi kategoris. Umumnya proposisi kategoris yang dikemukakan di sini adalah proposisi kategoris tanpa keterangan modalitas. Catatan ini penting ditekankan demi menghindari kesalahpahaman. Alasan keterbatasan waktulah yang menyebabkan mengapa pembahasan dibatasi hanya pada proposisi kategoris tanpa keterangan modalitas. Selain itu, kenyataannya memang jenis proposisi ini yang lebih sering jenis proposisi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s